Laporan Praktikum Kimia Organik 1 - Percobaan 4
LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I
KIMIA ORGANIK I
DISUSUN OLEH :
RAHMADANSAH
(NIM : A1C118066)
DOSEN PENGAMPU:
Dr. Drs. SYAMSURIZAL.,M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2019
VIII. Data Pengamatan
1. Brom dalam tetraklorida
No.
|
perlakuan
|
hasil
|
1.
|
1 mL alkana +15 mL brom digoncang dan ditempatkan pada tempat gelap dan ditutup.
|
Warna larutan tetap tidak berubah (kuning) dan lebih jernih.
|
2.
|
1 mL alkana + 15 mL brom digoncang dan ditempatkan pada tempat terang serta ditutup.
|
Warna lautan kuning (lebih gelap) dan timbul asap
|
3.
|
1 mL dietil eter + 15 mL brom digoncang dan ditutup .
|
Terbentuk L1 dan L2 yang berturut-turut eter dan brom serta timbul asap.
|
4.
|
1 mL dietil eter + 15 tetes benzene digoncang dan ditutup.
|
Timbul asap dan larutan menjadi keruh
|
2. Brominasi
No.
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1.
|
Pada tabung 1 dimasukkan 1 mL benzene + 3 tetes Brom, kemudian dipanaskan dalam penangas.
|
Timbul uap( tidak tersisa).
|
2.
|
Pada tabung 2 dimasukkan 1 mL benzene + paku+ 3 tetes brom, kemudian dipanaskan dalam penangas .
|
Tidak timbul uap ( masih tersisa benzene dalam tabung).
|
3. Larutan Kalium Permanganat
No.
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1.
|
Tabung reaksi 1 dimasukkan 1mL kalium permanganat + 5 tetes n-heksana, dan digoyang
|
Terbentuk warna larutan ungu tampak kemerahan
|
2.
|
Tabung 2 dimasukkan 1 mL kalium permanganat + 5 tetes eter, dan digoyang
|
Terbentuk warna larutan ungu kemerahan
|
3.
|
Tabung 3 dimasukkan 1 mL benzena + 2 mL kalium permanganat, dan digoyang
|
Warna larutan ungu, akan tetapi terbentuk dua lapisan
|
4. Asam sulfat pekat
No.
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1.
|
Tabung 1 dimasukkan 2 mL asam sulfat +10 tetes eter kemudian digoncang
|
Campuran berwarna jingga dan terasa panas pada saat digoncang
|
2.
|
Tabung 2 dimasukkan 2 mL H2SO4 + 10 tetes n-heptana, lalu digoncang
|
Campuran tidak saling melarutkan yang menyebabkan terbentuknya 2 lapisan (lapisan atas berwarna bening dan lapisan bawah agak keruh )
|
5. Asam Nitrat
No.
|
Perlakuan
|
Hasilnya
|
1.
|
Tabung 1 dimasukkan 4 mL asam nitrat + 0,5 mL benzene, dimasukkan batu didih, kemudan dididihkan, dan dituang larutan kedalam es
|
Ketika bercampur timbul asap, gelembung. Ketika dididihkan berwarna bening, pada saat dituang kedalam es timbul asap dan bau menyengat (larutan keruh)
|
2.
|
Tabung 2 dimasukkan 4 mL asam nitrat + eter, diberi batu diidh, lalu dipanaskan dan dituang larutan kedalam es
|
Ketika bercampur timbul gelembung. Pada saat dipanaskan timbul warna orange, asap, serta bau menyengat. Pada saat dituang kedalam es larutan menjdi bening serta memberikan bau bayclin.
|
6. Bahan Tak Dikenal
No.
|
Perlakuan
|
Hasil
|
1.
|
Tabung 1 direaksikan sampel + H2SO4
|
Terbentuk 2 lapisan (lapisan bawah bening dan lapisan atas keruh)
|
2.
|
Tabung 2 direaksikan sampel + HNO3
|
Terbentuk 2 lapisan (lapisan atas dan bawah bening, cuman ada garis yang memisahkan larutan)
|
3.
|
Tabung 3 direaksikan sampel + air
|
Terbentuk 2 lapisan (lapisan atas seperti butir-butir air dan lapisan bawah bening)
|
4.
|
Tabung 4 direaksikan sampel + CHCl3
|
Keruh
|
5.
|
Tabung 5 direaksikan sampel + KMnO4
|
Terbentuk 2 lapisan (lapisan atas bening dan lapisan bawah ungu)
|
VIII. Pembahasan
Kehidupan sehari dapat ditemukan sebuah alkohol dan fenol. Alkil Halida berupa senyawa turunan dari hasil reaksi substitusi alkohol. Dengan reaksi oksidasi juga dapat membentuk senyawa halogen. Dengan membentuk seperti aldehid, keton, Ester, eter, beserta asam karbokarboksilat. Dalam pembelajaran mengenai reaksi reaksi alkohol agar mengetahui reaksi apa yang terjadi pada alkohol tersebut.(http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/01/21/reaksi-reaksi-hidrokarbon/)
Pada praktikum kali ini, reaksi-reaksi hidrokarbon yang sudah kami Praktikum kan adalah Brom dalam tetraklorida, Brom, Kalium Permanganat, Asam Sulfat Pekat, Asam Nitrat, dan Bahan tak dikenal.
8.1 Brom dalam TetraKlorida
Melakukan percobaan ini memakai 2 tabung yang berbeda, dimana tabung ke satu diisi dengan CCl4 beserta Alkana. Perlakuan yang dilakukan pada tempat yang gelap. Masih banyak kandungan bensin atau oktana. Dalam suanasa gelap, sulit sekali untuk bensin menguap. Pada keadaan terang banyak memiliki oksigen dibandingkan ditempat gelap. Dalam hal perlakuan ini, diharapkan mengetahui bagaimana pengaruh dari sebuah cahaya pada reaksi hidrokarbon. Jika terbentuk gas H-Br maka dapt dikatakan uji bernilai positif memakai indikator kertas lakmus. Perubahan yang terjadi yaitu ditandai dengan warna merah yang berarti memilki gas H-Br yang bersifat asam layaknya H-Cl.
Pemakaian unsur yang digunakan berupa Klor (Cl2) atau Brom (Br2) dimana reaksi yang terjadi dinamakan koagulasi, atau disebut juga dengan klorinasi atau brominasi. Pada percobaan ini gelap yang menjadi proses penentu terbentuk nya molekul baru pada halogenasi bromida, dimana molekul baru tersebut menghasilkan H-Br dan Radikal Bebas.
8.2 Brom
Uji Brom dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh cahaya dalam proses reaksi senyawa hidrokarbon, pengujian ini akan menghasilkan H-Br beserta radikal bebas reaksinya.
8.3 Kalium Permanganat
Uji balyer lah pada senyawa kalium Permanganat, dimana uji yang bertujuan untuk pengidentifikasian ada atau tidak nya ikatan rangkap pada uji sampel yang dilakukan. Pada kali ini digunakan larutan KMnO4 memiliki warna ungu. Endapan MnO2 warna coklat lah yang menyebabkan warna ungu bisa hilang dan timbul. Zat pengoksida berupa KmNO4 dimana akan terjadi reaksi oksidasi dari campuran itu. Hilangnya warna ungu pada KMnO4 dikarenakan oleh ion MnO4- dengan alkuna beserta alkena yang kemudian tercipta endapan coklat dan glikol.
Hasil dari percobaan ini adalah bagaimana relasi yang dimilki dimana menghilangkan warna ungu dan terbentuknya endapan MnO2. Mengapa warna endapan berwarna coklat yaitu disebabkan oleh hal tersebut menunjukkan bahwa adanya ikatan rangkap pada larutan. Sehingga dapat disimpulkan uji Bayer yang di uji coba pada kalium Permanganat menunjukkan ikatan rangkap alkena dan alkuna memakai sampel minyak dan etanol.
8.4 Asam Sulfat Pekat
Penuangan H2SO4 sebayak 2ml dan ditambah 10 tetes bensin. Larutan tersebut berwarna bening kemudian berubah menjadi kuning. Uji asam sulfat akan menghasilkan suatu senyawa alkil hidrosulfat yang didapatkan dari sebuah alkana. Hal tersebut dapat diasumsikan sebagai alkana yang memiliki ikatan tunggal masih bisa bereaksi dengan asam sulfat. Ketika jumlah akan tetap terbentuk reaksi pengsulfonatan. Uji asam sulfat ini akan mereaksikan hidrokarbon dengan sebuah sulfonat pekat. Tingkat kekeruhan dari proses kebeningan menjadi hasil uji coba ini. Serta ditimbulkan dengan bau yang menyengat.
8.5 Asam Nitrat
Pada percobaan ini menggunakan es batu, dimana timbul asap dan gelembung udara. Ketika saat dipanaskan dengan bunsen, maka timbul larutan menjadi bening, ketika es dimssukadmaka timbul asap dan bau menyengat. Pada tabung lainnya ketika dipanaskan timbul gelembung asap berwarna oranye dengan bau timbul seperti bau bayclin.
Melakukan percobaan ini memakai 2 tabung yang berbeda, dimana tabung ke satu diisi dengan CCl4 beserta Alkana. Perlakuan yang dilakukan pada tempat yang gelap. Masih banyak kandungan bensin atau oktana. Dalam suanasa gelap, sulit sekali untuk bensin menguap. Pada keadaan terang banyak memiliki oksigen dibandingkan ditempat gelap. Dalam hal perlakuan ini, diharapkan mengetahui bagaimana pengaruh dari sebuah cahaya pada reaksi hidrokarbon. Jika terbentuk gas H-Br maka dapt dikatakan uji bernilai positif memakai indikator kertas lakmus. Perubahan yang terjadi yaitu ditandai dengan warna merah yang berarti memilki gas H-Br yang bersifat asam layaknya H-Cl.
Pemakaian unsur yang digunakan berupa Klor (Cl2) atau Brom (Br2) dimana reaksi yang terjadi dinamakan koagulasi, atau disebut juga dengan klorinasi atau brominasi. Pada percobaan ini gelap yang menjadi proses penentu terbentuk nya molekul baru pada halogenasi bromida, dimana molekul baru tersebut menghasilkan H-Br dan Radikal Bebas.
8.2 Brom
Uji Brom dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh cahaya dalam proses reaksi senyawa hidrokarbon, pengujian ini akan menghasilkan H-Br beserta radikal bebas reaksinya.
8.3 Kalium Permanganat
Uji balyer lah pada senyawa kalium Permanganat, dimana uji yang bertujuan untuk pengidentifikasian ada atau tidak nya ikatan rangkap pada uji sampel yang dilakukan. Pada kali ini digunakan larutan KMnO4 memiliki warna ungu. Endapan MnO2 warna coklat lah yang menyebabkan warna ungu bisa hilang dan timbul. Zat pengoksida berupa KmNO4 dimana akan terjadi reaksi oksidasi dari campuran itu. Hilangnya warna ungu pada KMnO4 dikarenakan oleh ion MnO4- dengan alkuna beserta alkena yang kemudian tercipta endapan coklat dan glikol.
Hasil dari percobaan ini adalah bagaimana relasi yang dimilki dimana menghilangkan warna ungu dan terbentuknya endapan MnO2. Mengapa warna endapan berwarna coklat yaitu disebabkan oleh hal tersebut menunjukkan bahwa adanya ikatan rangkap pada larutan. Sehingga dapat disimpulkan uji Bayer yang di uji coba pada kalium Permanganat menunjukkan ikatan rangkap alkena dan alkuna memakai sampel minyak dan etanol.
8.4 Asam Sulfat Pekat
Penuangan H2SO4 sebayak 2ml dan ditambah 10 tetes bensin. Larutan tersebut berwarna bening kemudian berubah menjadi kuning. Uji asam sulfat akan menghasilkan suatu senyawa alkil hidrosulfat yang didapatkan dari sebuah alkana. Hal tersebut dapat diasumsikan sebagai alkana yang memiliki ikatan tunggal masih bisa bereaksi dengan asam sulfat. Ketika jumlah akan tetap terbentuk reaksi pengsulfonatan. Uji asam sulfat ini akan mereaksikan hidrokarbon dengan sebuah sulfonat pekat. Tingkat kekeruhan dari proses kebeningan menjadi hasil uji coba ini. Serta ditimbulkan dengan bau yang menyengat.
8.5 Asam Nitrat
Pada percobaan ini menggunakan es batu, dimana timbul asap dan gelembung udara. Ketika saat dipanaskan dengan bunsen, maka timbul larutan menjadi bening, ketika es dimssukadmaka timbul asap dan bau menyengat. Pada tabung lainnya ketika dipanaskan timbul gelembung asap berwarna oranye dengan bau timbul seperti bau bayclin.
8.6 Bahan Tak Dikenal
Uji yang kami lakukan ini adalah uji yang dilihat dari segi larutan tersebut masuk kedalam senyawa jenuh, tak jenuh atau aromatik. Dilakukan 5 pereaksi yang berbeda beda pada tabung yang berbeda beda pula. Dimana tabung I H2SO4, tabung II HNO3, pada tabung III direaksikan dengan air, pada tabung IV direkasikan dengan CHCl3, dan tabung V direaksikan dengan KMnO4. Adapun hasil dari masing masing tabung adalah sebagai berikut :
IX. KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang telah kami lakukan dapat disimpulkan :
1. Pada suatu tempat yang banyak cahaya proses uji Brom cepat terjadi.
2. Asam sulfat masih bisa bereaksi dengan alkana ikatan tunggal pada saat terjadi reaksi pengsulfonatan.
3. Berdasarkan masing masing jenis senyawa yang dipakai maka teknik atau cara penentuan senyawa hidrokarbon tersebut dapat dilakukan.
Chang, Raymond. 2006. Kimia organik. Jakarta : Erlangga.
Hart, welberg. 2008. Asas-asas identifikasi senyawa organik. Bandung : ITB
Oxtoby. 2005. Kimia organik dasar jilid I. Jakarta : Erlangga.
Sahiddin. 2011. Identifikasi senyawa bromin pada tempat terang dan gelap: Vol 1 No 1 Hal 229.
Sanstrohanijojo. 2014. Analisis senyawa senyawa hidrokarbon: Vol 3 No 1 Hal 248-249.
XI. MANFAAT
Adapun manfaat dari Praktikum yang telah kami lakukan adalah kami dapat mengamati perbedaan sifat sifat kimia hidrokarbon Alifatik yang berjenis Alifatik maupun tidak jenuh, dapat mengerti dari ketiga jenis reaksi kimia yang tergolong senyawa hidrokarbon, serta dapat mengetahui suatu teknis atau cara pengujian dari ketika golongan senyawa hidrokarbon tersebut.
XII. PERTANYAAN PERMASALAHAN
1. Apa fungsi potongan besi dalam percobaan Brom, apakah yang terjadi jika besi diganti dengan logam lain?
2. Apa yang menyebabkan timbul gelembung gas pada percobaan asam nitrat, ketika asam nitrat di tambahkan benzen?
3. Mengapa pada percobaan asam sulfat didapatkan 2 lapisan?
XIII. LAMPIRAN GAMBAR
bahan yang digunakan
hasil yang didapat air+bahan tak dikenal
saat meneteskan KmnO4
hasil yang didapat menggunakan bahan yang tak dikenal
hasil yang didapat ketika uji bayer
Link Video Praktikum kelompok 3 : https://youtu.be/KHW90zWyLO4







Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAssalamualaikum, saya Cici Indah Septiana NIM A1C118069, akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 3. Terbentuknya 2 lapisan tersebut dikarenakan campuran tersebut mempunyai sifat yang berbeda, dimana asam sulfat merupakan polar sedangkan eter non polar sehingga campuran tersebut tidak dapat bercampur atau tidak bisa saling melarut. Terima kasih
BalasHapusAssalamualaikum wr wb
BalasHapusSaya Rismayanti (A1C118007)
Saya akan menjawab pertanyaan no 1
Jadi fungsi potongan besi dalam percobaan brom adalah
sebagai pengikat Brom dan benzena agar tidak membentuk H-Br radikal bebas. jika tidak ada besi maka brom dan benzena akan saling membentuk ikatan H-Br radikal bebas, Karna tidak ada besi sebagai Pengika nya.
Terimakasih
Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum wr wb
Assalamualaikum wr wb, hallo rahmadansah saya dwi kartini nim 058 akan mencoba menjawab pertanyaan adan nmer 2 menurut saya adanya gelembung pada campuran asam nitrat dan benzena sebagai tanda bahwa pada campuran tersebut menghasilkan gas O2 sehingga dapat dilihat dalam bentuk gelembung. Terimakasihhh
BalasHapus